BERDOALAH KEPADAKU...

Ada banyak keluhan yang dirasakan oleh orang-orang yang berdoa. Mereka meminta kepada Allah, tetapi belum mendapatkan jawaban dari doanya.

Sehingga akhirnya muncul rasa pesimis, bahwa Allah tidak mendengarkan keluhan dan kesusahannya. Mengapa?

Pada hakikatnya;sebagaimana ayat diatas;Berdoalah kepadaKu, niscaya akan aku kabulkan”- adalah sebuah janji yang mutlak tidak mungkin diingkari oleh Allah Swt. karena sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji (QS. Ra31).

Sabda Rasulallah Saw:

;Tidak ada seorang muslim yang berdoa melainkan akan dikabulkan, ada kalanya disegerakan didunia, ada kalanya disimpankannya untuknya di akhirat. Dan ada kalanya digunakan untuk menghapuskan dosa-dosanya sesuai dengan kadar doa yang ia ucapkan selama ia tidak berdoa untuk dosa atau memutuskan tali persaudaraan;.

Dan beliaupun bersabda:

Nanti pada hari kiamat Allah Swt akan memperlihatkan setiap doa yang dipanjatkan oleh setiap orang sewaktu di dunia yang tidak Allah kabulkan, dimana Allah berfirman: Hambaku, pada suatu hari kamu memanjatkan doa kepadaku, namun Aku tahan doamu itu, maka inilah pahala sebagai pengganti doamu itu;. Orang yang berdoa itu terus menerus diberi pahala sehingga ia berharap kiranya semua doanya itu hanya dibalas di akhirat saja dan tidak diberikan di dunia;.

Dari kedua hadist diatas, kita akan mengerti bahwa tidak semua apa-apa yang kita minta (doa) kepada Allah, tidak selalu baik untuk dikabulkan di dunia. Tetapi boleh jadi akan lebih baik bila diterima di akhirat kelak.

Dan pada saat kita berdoa memohon kepada Allah, pada hakikatnya kita berada pada posisi dekat kepada Allah, sehingga walau tak dikabulkan di dunia, malah menjadi pahala penghapus dosa-dosa lalu. Lalu mengapa kita tidak berdoa?


Berdoa adalah ibadah. Bahkan dikatakan sebagai ruhnya ibadah. Orang yang hidupnya tidak dilewati dengan berdoa maka ia adalah makhluk yang sombong.

Padahal perilaku sombong adalah termasuk bagian sifat penghuni jahanam.

Sabda Rasulallah Saw:

الدعاء هو العبادة ثم قرأ قوله تعالى وقال ربكم ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ Doa itu adalah ibadah. Kemudian beliau membaca firman Allah taala (yang artinya);Dan Tuhanmu berfirman: berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina;

Abu Dzar al-Ghifari berkata: Doa itu melengkapi amal kebajikan sebagaimana garam melengkapi makanan.


Seseorang yang berdoa hendaknya jangan tergesa-gesa, karena sesungguhnya orang yang berdoa kepada Allah niscaya akan dikabulkan segera atau lambat.

Kadang kala permohonannya dikabulkan seketika, kadangkala dikabulkan pada waktu yang agak lama, kadang kala tidak dikabulkan di dunia dan nanti akan diganti dengan pahala di akhirat.

Setiap kita hendaknya selalu memposisikan diri sebagai hamba Allah yang berdoa, menangis di keheningan malam, memohon ampunan atas segala dosa di masa lalu. Memohon limpahan kemudahan hidup serta diselamatkan kelak dari api neraka.

Manusia yang merasa telah cukup puas dengan apa yang didapatkan didunia sehingga tidak mau berdoa adalah termasuk manusia yang merugi karena kesombongannya di hadapan Allah Swt.

Para nabi dan rasulpun selalu menengadahkan tangan memohon dan berdoa kepada Allah Swt siang dan malam tanpa lelah. Mereka yang telah dijamin kebahagiaan di akhirat kelak masih mau meminta pertolongan Allah. Sedang kita yang belum tahu di mana tempat akhir persinggahan masih melalaikan fasilitas doa yang telah disedia di dunia.

Sebagai suri tauladan kita dapat temukan beberapa kisah para nabi dan rasul yang berdoa untuk mendapatkan hajat dan keinginan mereka. Seperti:

1.      Nabi Adam As bapak para manusia memohon ampunan karena telah menzalimi
dirinya memakan buah khuldi di surga. Saat diturunkan didunia, setiap hamparan tanah tak terlepas dari tetesan air mata penyesalan beliau. Doa beliau:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنْ الْخَاسِرِينَ

"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Al-Araf: 23)

2.      Nabi Ibrahim As bapak para nabi mendoakan tanah suci makkah sebagai tanah yang diberkati oleh Allah, sehingga walau pun terdiri dari tanah yang tandus dan berbatuan, tetapi selalu dilimpahi rahmat dari berbagai buah-buah.

رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنْ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

"Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.

(Albaqoroh: 126)

3.      Nabi Musa as, nabi yang telah menyelamatkan bani Israil dari kukungan Firaun di mesir, pada saat beliau mendapat kesusahan untuk berdakwah karena cacat pada lidahnya, maka ia berdoa:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي، وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي، يَفْقَهُوا قَوْلِي

"Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku (QS. Thoha: 25-28)

4.      Nabi Sulaiman As, seorang yang mendapat kenikmatan dunia yang luar biasa, yang memiliki kekuasaan atas jin, manusia, binatang, angin dan air masih mampu mengucapkan doa.

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.

"Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." (QS. An-Naml: 19)

Masih banyak doa-doa yang diucapkan para nabi dalam al-Quran, yang tentunya bila kita mau mentadaburi nya kita akan menjadi malu. Alangkah sombongnya kita, alangkah angkuhnya kita, alangkah malangnya diri kita yang telah menyia-nyiakan waktu dan umur kita dari perbuatan doa kepada Allah sedang para Nabi pun berdoa.

Berdoalah, agar kita selamat di dunia dan akhirat.

Ustadz Nur Rohim Yunus

7 GOLONGAN YANG MENDAPAT PERLINDUNGAN ARASHNYA


Dari Abi Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah Ta’ala pada hari yang tidak ada naungan kecuali naunganNya: 

1. Pemimpin yang adil.
2. Pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah).
3. Seseorang yang hatinya bergantung kepada mesjid (selalu melakukan salat jamaah di dalamnya).
4. Dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah.
5. Seorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk berzina), tapi ia mengatakan: Aku takut kepada Allah.
6. Seseorang yang memberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kanannya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kirinya.
7. Seseorang yang berzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya.

Allah mengumpulkan seluruh makhluk pada hari kiamat dari makhluk yang pertama sehingga makhluk yang terakhir:
“..Supaya dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang Telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (syurga)”.[2]
Pada hari yang sangat panjang, dahsyat dan genting. Allah Ta’ala memperingatkan para hambaNya terhadap hari tersebut dan Dia memerintahkan agar mereka bersiap-siap menghadapinya. Firman Allah Ta’ala:
1. Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
2. (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal Sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya”.[3]
Pada hari yang agung tersebut matahari didekatkan dengan mahkluk sehingga jaraknya menjadi satu mil, maka setiap manusia akan tenggelam dalam keringat mereka sesuai dengan tingkat amal mereka masing-masing; di antara mereka ada yang peluhnya sampai kedua mata kaki mereka, dan di antara mereka ada yang peluhnya sampai kepada kedua lutut mereka, diantara mereka ada yang peluhnya meliputi kedua pinggang mereka bahkan ada orang yang tengelam dalam peluh mereka sendiri.[4]
Dari Abi Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda: Manusia akan berkeringat pada hari kiamat sehingga kedalaman keringat mereka pada bumi mencapai tujuhpuluh hasta dan menenggelamkan mereka sehingga sampai pada telinga mereka”.[5]
Dalam keadaan yang genting tersebut Allah menaungi tujuh golongan ini, dan marilah kita renungkan apakah perbuatan mereka sehingga menyebabkan mereka bisa mendapatkan balasan seperti ini:
Pertama: Pemimpin yang adil yang menghakimi manusia secara adil dan tidak mengikuti hawa nafsu. Sebagaimana firman Allah ta’ala:
Hai Daud, Sesungguhnya kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, Maka berilah Keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, Karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, Karena mereka melupakan hari perhitungan”.[6]
Dia menjalankan perintah Tuhannya yang memerintahkan kepadanya:
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.[7]
Dari Abi Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda: Sesungguhnya orang-orang yang berbuat adil di sisi Allah (balasan) adalah mereka berada di atas mimbar dari cahaya di sisi kanan Allah yang Maha Al-Rahman dan kedua tanganNya adalah kanan, yaitu orang-orang yang berlaku adil di dalam menghukumi dan adil terhadap keluarga mereka serta adil terhadap apa yang menjadi tanggung jawab mereka”.[8]
Inilah balasan yang diberikan terhadap orang yang berlaku adil di dalam berhukum dan memberikan hak terhadap orang yang berhak menerimanya, lalu perhatikanlah bagaimanakah balasan orang yang berlaku zalim dan tidak berlaku adil. Firman Allah Ta’ala:
Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,[9]
Dari Abi Umamah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: Tidaklah seorang lelaki yang menanggung perkara sepuluh orang atau lebih kecuali dia akan menghadap Allah Azza Wajalla pada hari kiamat dalam keadaan terbelenggu di mana tangannya terbelenggu pada leher mereka dia akan terlepas karena tindakannya yang baik atau akan dibinasakan oleh dosanya , permulaan (jabatan itu) adalah cercaan orang lain, pertengahannya adalah penyesalan dan akhirnya adalah kehinaan pada hari kiamat”.[10]
Dari Ma’qil bin Yasar ra berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: Tidaklah seorang hamba diberikan oleh Allah untuk mengurusi perkara rakyat kemudian dia mati dalam keadaan menipu rakyatnya kecuali Allah akan mengharamkan surga atas dirinya”.[11]
Yang kedua: Pemuda yang hidup dalam beribadah kepada Allah. Allah telah memberikan taufiq kepadanya sejak kecil untuk selalu beramal shaleh dan Dia menjadikannya cinta terhadap amal shaleh tersebut, dan Dia menghunjamkan rasa benci terhadap amal buruk dan memberikan kemudahan baginya untuk meninggalkannya, hal ini terbentuk baik dengan tarbiyah yang baik, taman yang shaleh atau yang lainnya. Allah telah menjaganya dari apa yang mempengaruhi sebagian besar pemuda seperti perbuatan yang sia-sia, bermain-main, menyia-nyiakan shalat tenggelam dalam nafsu dan kesanangan belaka. Allah memuji generasi yang berkah ini dengan firmanNya:
Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk.[12]
Melihat bahwa bahwa masa muda adalah masa bergejolaknya syahwat maka sungguh sebuah perkara yang menakjubkan jika kita mendapatkan ada sekelompok pemuda yang menghibahkan dirinya dalam ketaatan kepada Allah dan bersungguh-sungguh padanya maka dengannya dia berhak mendapat naungan Allah.
Dia menyadari bahwa dirinya akan bertanggung jawab di hadapan Allah tentang masa mudanya pada apakah dia habiskan, lalu dia bergegas mengamalkan wasiat nabinya yang mengatakan: Manfaatkan lima perkara sebelum datangnya lima perkara yang lain: manfaatkan masa mudamu sebelum datang masa tuamu, manfaatkan masa kosongmu sebelum datang masa sibukmu, manfaatkan hidupmu sebelum kematianmu, manfaatkan sehatmu sebelum datang sakitmu dan manfaatkan masa kayamu sebelum datang masa kemiskinanmu”.[13]
Ketiga: Seorang lelaki yang hatinya selalu terpaut dengan mesjid. Maka dia tidak merasa tentram jika keluar dari mesjid sehingga dirinya kembali masuk ke mesjid. Sebab mesjid adalah rumah Allah maka barang siapa yang memasukinya berarti dia telah bertamu kepada Allah. Maka tidak ada hati yang lebih baik dan tidak ada jiwa yang lebih senang dari seorang lelaki yang bertamu terhadap Tuhannya di rumahNya dan di bawah pengawasanNya. Mereka inilah yang sebenarnya layak disebut sebagai orang yang memakmurkan mesjid, di mana Allah berkata tentang mereka:
Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, emnunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.[14]
Dari Abi Darda’ ra dia berkata: Rasulullah saw bersabda: Mesjid adalah rumah untuk setiap orang yang bertaqwa. Allah akan memberikan jaminan bagi orang yang menjadikan mesjid sebagai rumahnya dengan ruh, rahmat dan bisa melewati sirath dengan selamat menuju ridha Allah yang menyampaikannya ke dalam surga”.[15]
Jamuan ini terjadi di dunia, di mana orang yang memasuki mesjid merasakan adanya kertenangan, kebahagiaan dan ketentraman jiwa sementara di akherat mereka akan mendapatkan kemuliaan di dalam surga.
Dari Abi Hurairah ra dia berkata: Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang pergi ke mesjid atau kembali darinya maka Allah menyiapkan bagi dirinya sebuah tempat setiap kali dia pergi atau kembali”.[16]
Keempat: Dua orang yang saling mencintai karena Allah di mana dia berkumpul dan berpisah kerena Allah. Sebab ikatan keimanan yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah. Firman Allah Ta’ala:
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah Lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.[17]
Di dalam sebuah hadits disebutkan dari Abi Umamah ra berkata: Rasullah saw bersabda: Barangsiapa yang saling mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan menahan karena Allah maka iman telah sempurna pada dirinya”.[18]
Dari Abi Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda: Demi jiwaku yang berada di tanganNya kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman sehingga saling mencintai tidakkah aku tunjukkan kepada kalian kepada suatu amalan yang apabila kalian kerjakan niscaya kalian saling mencintai?, sebarkanlah salam di antara kalian”.[19]
Ini adalah salah satu perkara yang apabila terdapat di dalam pribadi seseorang maka dia akan merasakan kenikmatan dan kelezatan keimanan. Dua orang lelaki ini tidak dipertemukan oleh hubungan kekerabatan, kekeluargaan dan kepentingan duniawi, mereka hanya dipertemukan oleh rasa saling mencintai karena Allah Ta’ala dan mereka tetap dalam kondisi yang demikian itu sehingga kematian menjemput mereka.
Dari Abi Malik Al-Asy’ari ra bahwa Nabi saw bersbda: Sesungguhnya Allah memiliki sekelompok hamba di mana mereka bukanlah para Nabi dan bukan pula para syuhada, kedudukan mereka diharapkan oleh para Nabi dan para syuhada sebab posisi mereka yang dekat dengan Allah”. Lalu seorang lelaki badui berdiri secara berlutut pada tempat yang jauh dan mengacungkan tangannya kepada Nabi saw dan berkata: Wahai Nabi utusan Allah!, mereka bukan golongan para nabi dan bukan pula para syuhada dan posisi mereka diharapkan oleh para Nabi dan syuhada karena kedekatan mereka dengan Allah. Beritahukan kepada kami bagimanakah sifat mereka?. Maka muka Rasulullah saw berseri-seri dengan pertanyaan orang badui tadi. Maka Rasullah menjawab: Mereka adalah golongan orang yang tidak dikenal oleh manusia, dan dari kabilah yang berbeda-beda tidak ada hubungan kekeluargaan antara mereka, di mana mereka saling mencintai karena Allah dan bersatu, Allah akan mempersiapkan bagi mereka mimbar dari cahaya, mereka duduk padanya, wajah mereka cahaya, pakaian mereka cahaya. Manusia merasa ketakutan pada hari kiamat namun mereka tidak ketakutan, mereka itulah kekasih Allah yang tidak ada ketakutan pada diri mereka dan tidak pula bersedih”.[20]
Kelima: Seorang lelaki yang diajak oleh seorang wanita untuk berbuat mesum dengan dirinya, dia bukanlah wanita biasa, namun dia adalah wanita yang memiliki kedudukan dan jabatan yang tinggi, dan Allah memberinya kecantikan yang membuat dorongan fitnah semakin besar, dan ketertarikan hati semakin kuat. Ya Allah!, bagiamana bisa selamat orang menghadapi fitnah yang begitu besar kecuali dengan iman yang dalam dan mata hati yang tajam.
Qadhi Iyadh berkata: Dikhususkan penyebutan wanita yang memiliki kekuasaan dan kecantikan karena faktor kecenderungan yang lebih dahsyat terhadap mereka, sulit mendapatkan orang yang sepertinya, sementara dia mengumpulkan dua kekuatan fitnah yaitu kekuasaan dan kekuatan kecantikan, terlebih kenyataannya adalah bahwa wanita itulah yang meminta dan menggoda secara langsung, tidak ada halangan apapun untuk menggoda seseorang atau yang lainnya, maka bersabar dalam menghadapinya karena takut Allah Ta’ala, pada saat yang menggoda adalah wanita terpandang dan cantik adalah termasuk sabar yang sempurna dan ketaatan yang paling agung, maka Allah menjanjikannya untk dinaungi pada naungan yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah. Maksud: “dzatul manshib” sebagaimana disebutkan di dalam hadits di atas adalah wanita yang terpandang dan berdarah biru atau bangsawan”.[21]
Firman Allah Ta’ala:
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).[22]
Dari bnu Umar ra dia berkata: Rasulullah saw bersabda: Pada saat tiga orang sedang berjalan dan mereka kehujanan, maka merekapun segera berteduh pada sebuah gua lalu mulut gua itu dijatuhi sebuah batu besar dan menutupinya. Sebagian mereka mengusulkan kepada sebagian yang lain: Ingatlah amal shaleh yang pernah kalian amalkan karena Allah lalu berdo’alah dengan bertawassul dengan amal shaleh tersebut semoga Allah membukakan kesulitan kalian. Maka salah seorang dari mereka berkata: Ya Allah, sesungguhnya saya memiliki seorang anak paman yang sangat saya cintai sama seperti seorang lelaki mencintai seorang wanita, maka akupun menggodanya agar dia menyerahkan dirinya kepadaku namun dia enggan sehigga aku bisa memberikannnya seratus dinar. Akhirnya, akupun pergi menghilang beberpa sehingga dapat mengumpulkan seratus dinar lalu aku segera meneminya, lalu pada saat aku sudah siap menerjang dirinya di antara kedua kakinya dia berkata: Wahai hamba Allah takutlah kepada Allah dan janganlah engkau membuka cincin kecuali dengan cara yang hak, maka akupun bangkit meninggalkannya. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa apa yang aku lakukan tersebut semata-mata untuk mendapatkan kerelaanMu maka bebaskan kami dari kesulitan ini maka batu itupun sedikit bergeser….”[23]
Keenam: Seorang lelaki yang bersedekah dengan suatu sedekah. Banyak orang bersedakah dan sungguh besar pahala yang mereka dapatakan di sisi Allah, namun hal istimewa yang membedakan orang ini sehigga mendapatkan naungan Allah adalah keikhlasan dirinya dalam bersedekah tersebut, karena ikhlasnya yang begitu tinggi sehingga hampir saja dia menyembunyikannya dari pribadinya. Allah telah memuji orang-orang yang selalu bershedekah dengan firmanNya:
Jika kamu menampakkan sedekah(mu) Maka itu adalah baik sekali. dan jika kamu menyembunyikannya[173] dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, Maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.[24]
Dari Abdllah bin Ja’far ra berkata: Rasullah saw bersabda: sedekah yang rahsia akan memadamkan kemurkaan Rabb Azza Wa Jalla”.
Ketujuh: Lelaki yang hatinya penuh dengan takut dan mengagungkan Allah, dia menyendiri dalam zikir kepada Allah tanpa diketahui oleh seorangpun, dia merenungkan kebesaran Allah, karunia dan rahmatNya sehingga air matanya berlinang karena rindu kepada Allah. Allah memberikan penghargaanNya kepada orang seperti ini:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah[595] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan Hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.[25]
Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang Telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami Telah beriman, Maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s.a.w.).[26]
Dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah saw bersabda: Dua mata yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka, yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang berjaga-jaga di jalan Allah”.[27]
Rasulullah saw adalah orang yang sering menangis karena takut kepada Allah, begitu juga dengan orang-orang yang shaleh pada masa silam dan masa-masa setelahnya, bahkan Allah telah mengancam orang yang memiliki hati yang keras dengan ancaman yang keras di dalam firmanNya:
Maka Kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang Telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata.[28]
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam dan shalawat serta salam kepada Nabi kita Muhammad saw, kepada keluarga dan seluruh para shahabatnya
DR. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi
[2] QS. Al-Najm: 31
[3] QS. Al-Hajj: 1-2
[4] Makna dari sebuah hadits riwayat Muslim no: 2864
[5] HR. Bukhari: 6532 dan Muslim: 2863
[6] QS.Shaad: 26
[7] QS.Al-Nisa’: 58
[8] HR. Muslim: 1827
[9] QS. Ibrahim: 42
[10] HR. Ahmad: 5/267 dishahihkan oleh Albaani di dalam Jami’us shagir: 5718
[11] HR. Bukhari: 715 dan Muslim: 142
[12] QS. Al-Khafi: 13
[13] HR. Al-Hakim dalam kitab: Almustadrok no: 7844, dia berkata bahwa hadits ini shahih dengan syarat Ashahihaini dan dishaihkan oleh Albani dalam kitab Al-ajmi’us shagir: 1077
[14] QS. Al-Taubah: 18
[15] Hulyatul Auliya, Abi Na’im 6/176. Dishahihkan oleh Albani dalam silsilah ashahihah: 716.
[16] HR. Bukhari: 662 dan Mslim: 669
[17] QS. Al-Ma’idah: 54
[18] Sunah Abu Dawud: 4681 dan dihshahihkan oleh AlBani: 
[19] HR. Muslim no: 54
[20] HR. Ahmad: 5/343, Syarhussunnah no: 3464 dan dishahihkan oleh Al-hakim dan dishahihkannya dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban: 2508
[21] Shaihih Muslim, syarah An-Nawawi: 3/122
[22] QS. Al-Nazi’at: 40-41
[23] Bagian hadits yang panjang dari riwayat Al-Bukhari: 2215 dan Muslim: 2743
[24] QS. Al-Baqoroh: 271
[25] QS. Al-Anfal: 2
[26] QS. Al-Maidah: 83
[27] HR. Turmudzi: 1639 dishahihkan oleh Albani di dalam Al jami’s shagir : 4113
[28] QS. Al-Zumar: 22


SYOKNYE SOLAT AWAL WAKTU

Syoknye dapat solat awal waktu...nak tau tak kenape syok???...hmm...nak tau kene la baca  huraian kat bawah ni yer...selamat membaca...
Setiap peralihan waktu solat sebenarnya menunjukkan perubahan tenaga alam ini yang boleh diukur dan dicerap melalui perubahan warna alam.
Saya rasa fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang terlibat dalam bidang fotografi, betul tak?
1) Waktu Subuh
Sebagai contoh, pada waktu Subuh alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisma tubuh.
Jadi warna biru muda atau waktu Subuh mempunyai rahsia berkaitan dengan penawar/rezeki dan komunikasi.
Mereka yang kerap tertinggal waktu Subuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rezeki.
Ini kerana tenaga alam iaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang mesti berlaku dalam keadaan roh dan jasad bercantum (keserentakan ruang dan masa) - dalam erti kata lain jaga daripada tidur.
Di sini juga dapat kita cungkil akan rahsia diperintahkan solat di awal waktu.
Bermulanya saja azan Subuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum.
Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonan pada waktu rukuk dan sujud.
Jadi mereka yang terlewat Subuhnya sebenar sudah mendapat tenaga yang tidak optimum lagi.
2) Waktu Zohor
Warna alam seterusnya berubah ke warna hijau (Isyraq & Dhuha) dan kemudian warna kuning menandakan masuknya waktu Zohor.
Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati yang berkaitan dengan sistem penghadaman.
Warna kuning ini mempunyai rahsia yang berkaitan dengan keceriaan.
Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat Zuhurnya berulang-ulang kali dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan hilang sifat cerianya. Orang yang tengah sakit perut ceria tak?
3) Waktu Asar
Kemudian warna alam akan berubah kepada warna oren, iaitu masuknya waktu Asar di mana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovari dan testis yang merangkumi sistem reproduktif.
Rahsia warna oren ialah kreativiti.
Orang yang kerap tertinggal Asar akan hilang daya kreativitinya dan lebih malang lagi kalau di waktu Asar ni jasad dan roh seseorang ini terpisah (tidur la tu).
Dan jangan lupa, tenaga pada waktu Asar ni amat diperlukan oleh organ-organ reproduktif kita.
4) Waktu Magrib
Menjelang waktu Magrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah.
Ini kerana spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka resonan dengan alam.
Mereka yang sedang dalam perjalanan juga seelok-eloknya berhenti dahulu pada waktu ini (solat Maghrib dulu la) kerana banyak interferens (pembelauan) berlaku pada waktu ini yang boleh mengelirukan mata kita.
Rahsia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, pada frekuensi otot, saraf dan tulang.
5) Waktu Isyak
Apabila masuk waktu Isyak, alam berubah ke warna Indigo dan seterusnya memasuki fasa Kegelapan.
Waktu Isyak ini menyimpan rahsia ketenteraman dan kedamaian di mana frekuensinya bersamaan dengan sistem kawalan otak.
Mereka yang kerap ketinggalan Isyaknya akan selalu berada dalam kegelisahan.
Alam sekarang berada dalam Kegelapan dan sebetulnya, inilah waktu tidur dalam Islam.
Tidur pada waktu ini dipanggil tidur delta di mana keseluruhan sistem tubuh berada dalam kerehatan.
Qiamullail
Selepas tengah malam, alam mula bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu dan seterusnya ungu di mana ianya bersamaan dengan frekuensi kelenjar pineal, pituitari, talamus dan hipotalamus.
Tubuh sepatutnya bangkit kembali pada waktu ini dan dalam Islam waktu ini dipanggil Qiamullail.
Begitulah secara ringkas perkaitan waktu solat dengan warna alam.
Manusia kini sememangnya telah sedar akan kepentingan tenaga alam ini dan inilah faktor adanya bermacam-macam kaedah meditasi yang dicipta seperti taichi, qi-gong dan sebagainya.
Semuanya dicipta untuk menyerap tenaga-tenaga alam ke sistem tubuh.
Kita sebagai umat Islam sepatutnya bersyukur kerana telah di’kurniakan’ syariat solat oleh Allah s.w.t tanpa perlu kita memikirkan bagaimana hendak menyerap tenaga alam ini.
Hakikat ini seharusnya menginsafkan kita bahawa Allah s.w.t mewajibkan solat ke atas hamba-Nya atas sifat pengasih dan penyayang-Nya sebagai pencipta kerana Dia tahu hamba-Nya ini amat-amat memerlukan-Nya.
Adalah amat malang sekali bagi kumpulan manusia yang amat cuai dalam menjaga solatnya tapi amat berdisiplin dalam menghadiri kelas taichinya.

Wallahualam.

ORANG PERTAMA

Siapakah yang pertama??? Pertama pe???...hmm...mari sama-sama kita bace yer... mudah-mudahan orang Islam tetap ditempat yang pertama...insyaallah...

1. Orang yang pertama menulis Bismillah : Nabi Sulaiman AS

2. Orang yang pertama minum air zamzam : Nabi Ismail AS

3. Orang yang pertama berkhatan : Nabi Ibrahim AS

4. Orang yang pertama diberikan pakaian pada hari qiamat : Nabi Ibrahim AS

5.Orang yang pertama dipanggil oleh Allah pada hari qiamat : Nabi Adam AS

6. Orang yang pertama mengerjakan saie antara Safa dan Marwah : Sayyidatina Hajar (Ibu Nabi Ismail AS)

7. Orang yang pertama dibangkitkan pada hari qiamat : Nabi Muhammad SAW

8. Orang yang pertama menjadi khalifah Islam: Abu Bakar AsSiddiq RA

9. Orang yang pertama menggunakan tarikh hijrah: Umar bin Al-Khattab RA

10. Orang yang pertama meletakkan jawatan khalifah dalam Islam: Al-Hasan bin Ali RA

11. Orang yang pertama menyusukan Nabi SAW: Thuwaibah RA

12. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan lelaki : Al-Harith bin Abi Halah RA

13. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan wanita:
 Sumayyah binti Khabbat RA

14. Orang yang pertama menulis hadis di dalam kitab / lembaran : Abdullah bin Amru bin Al-Ash RA

15. Orang yang pertama memanah dalam perjuangan fisabilillah : Saad bin Abi Waqqas RA

16. Orang yang pertama menjadi muazzin dan melaungkan azan: Bilal bin Rabah RA

17. Orang yang pertama bersembahyang dengan Rasulullah SAW : Ali bin Abi Tholib RA

18. Orang yang pertama membuat minbar masjid Nabi SAW: Tamim Ad-dary RA

19. Orang yang pertama menghunuskan pedang dalam perjuangan fisabilillah : Az-Zubair bin Al-Awwam RA

20. Orang yang pertama menulis sirah Nabi SAW: Ibban bin Othman bin Affan RA

21. Orang yang pertama beriman dengan Nabi SAW : Khadijah binti Khuwailid RA

22. Orang yang pertama mengasaskan usul fiqh : Imam Syafei RH

23. Orang yang pertama membina penjara dalam Islam: Ali bin Abi Tholib RA

24. Orang yang pertama menjadi raja dalam Islam : Muawayah bin Abi Sufyan RA

25. Orang yang pertama membuat perpustakaan awam : Harun Ar-Rasyid RH

26. Orang yang pertama mengadakan baitulmal : Umar Al-Khattab RA

27. Orang yang pertama menghafal Al-Quran selepas Rasulullah SAW: Ali bn Abi Tholib RA

28. Orang yang pertama membina menara di Masjidil Haram Mekah : Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur RH

29. Orang yang pertama digelar Al-Muqry : Mus'ab bin Umair RA

30. Orang yang pertama masuk Syurga : Nabi Muhammad SAW


Waalahualam...



KENAPA JADI MACAM NI???

Tiba-tiba je rasa risau, rasa gelisah, rasa bimbang, rasa tak tenteram.........macam-macam lagilah rasa..........nak tau rasalah sendiri.....hehe.....kenapa jadi macam ni ye???......entahlah......lepas dapat tau je keadaan saudara saya yang ditimpa kesusahan  terus je jadi macam ni.......hmm......kenapa ye???......berkali-kali soalan tu muncul dalam kepala ni......rasa macam nak keluarkan je soalan tu......lepas je solat malam tu.....tiba-tiba je teringat kata-kata ni.
“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang dan rahmat bagi mereka bagaikan satu badan, apabila satu anggota menderita maka menjalarlah penderitaan itu ke seluruh badan hingga tidak dapat tidur (gelisah) dan panas” (HR. Ahmad Muslim)
Allah.......patut la jadi macam ni.....hmm......sebenarnye ade lagi hadis  nabi yang berkaitan ngan persaudaraan dalam Islam ni .....antaranye berbunyi.......
“Seseorang Muslim itu adalah saudara Muslim yang lain. Dia tidak menzaliminya dan tidak menyerahkannya (kepada musuh), barangsiapa yang menunaikan hajat saudaranya nescaya Allah akan menunaikan hajatnya, dan barangsiapa yang menghilangkan daripada seorang Muslim satu kesusahan nescaya Allah akan menghilangkan satu kesusahan daripada kesusahan-kesusahannya pada hari kiamat kelak, dan barangsiapa yang menyembunyikan (keaiban) seorang muslim nescaya Allah akan menyembunyikan (keaibannya) pada hari kiamat.” – Riwayat Bukhori dan Muslim
Kasih sayang antara sesama umat Islam dan orang-orang yang beriman merupakan salah satu faktor penting dalam kesempurnaan iman. Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. Bersabda, " Demi Allah swt. yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidak akan beriman seorang dari kalian, hingga dia mencintai sesuatu bagi saudaranya (yang beriman) sebagaimana apa yang dicintai untuk dirinya sendiri ". (HR. Bukhari dan Muslim). 
Bahkan, kasih sayang antara umat Islam merupakan salah satu karakter dan sifat pokok atau utama yang ditetapkan Allah swt. atas umat Muhammad saw. Sifat ini sangat dipuji oleh Allah swt. sebagaimana firmannya, " Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka ” (Al-Fath:29) 
Rasulullah saw. memberikan contoh dan keteladanan berkenaan dengan kasih sayang. Rasulullah saw. adalah sosok yang penuh kasih dan sayang. Sifat kasih sayang telah terbina dalam diri beliau sejak masih belia. Diantara faktor yang sangat berpengaruh dalam menumbuhkan sifat kasih sayang dalam diri beliau adalah kecintaan dan kasih sayang terhadap binatang, khususnya terhadap kambing yang beliau gembala.

Selain daripada itu, Rasulullah saw. menyebutkan bahwa tidak seorang nabi dan rasul pun yang diutus oleh Allah swt., melainkan pernah menggembala kambing. Termasuk Rasulullah saw. pernah menggembala kambing beberapa tahun, ketika masih remaja. Hikmahnya yang tersirat dalam aktivitas menggembala kambing adalah Allah swt. menguji dan mendidik mental para nabi dan rasul agar bersabar dan bersifat kasih sayang terhadap binatang, sehingga mereka lebih bisa mencintai dan lebih menyayangi manusia, umatnya, dan sesama makhluk yang lain.

Sesungguhnya, kasih sayang terhadap binatang itu sendiri adalah sifat dan perilaku yang sangat mulia di sisi Allah swt. dan mendapat imbalan yang agung dari-Nya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. berkata; Rasulullah saw. Bersabda, " ketika seorang sedang berjalan-jalan, dia merasakan sangat kehausan. Kemudian dia menemukan sebuah sumur, lalu dia turun ke sumur itu dan minum sepuas-puasnya. Ketika dia naik, tiba-tiba dia melihat ada seekor anjing yang menjulurkan lidahnya menjilat tanah karena kehausan. Dia berkata pada dirinya, pasti anjing ini ditimpa kehausan seperti aku tadi mengalami kehausan. Lalu diapun kembali turun ke sumur dan memenuhi 'khuff' (sepatu)nya dengan air, memegangnya dengan mulutnya, kemudian dia merangkak naik untuk memberi minum anjing itu. Allah swt. berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya. Para sahabat bertanya, ‘wahai Rasulullah saw. apakah kami mendapat ganjaran dalam melayani binatang?’ Rasulullah saw. Bersabda, "dalam tiap-tiap makhluk yang memiliki hati yang masih segar ada pahala dan ganjaran ". (HR. Samarkandi). 

Dalam praktek sahabat, dapat kita simpulkan betapa serius mereka membina kasih sayang itu dalam diri mereka, dengan berusaha melayani sesama saudara. Betapa menakjubkan gambaran kasih dan cinta yang terjalin antara para sahabat Anshar terhadap kaum Muhajirin. Gambaran kasih dan cinta mereka cukuplah diwakili oleh ayat al-Qur'an sebagai berikut, “ Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-Hasyr: 9). 

Oleh karena itu, dalam potret diri Umar bin Khattab, seorang khalifah yang sangat bijak dan kasih terhadap rakyatnya, kita temukan beberapa riwayat tentang cintanya terhadap rakyatnya. Dari Anas bin Malik ra. diriwayatkan bahwa Umar bin Khatthab ra. pada suatu malam sedang keliling melakukan ronda. Dia melewati sekelompok orang yang mampir untuk menginap (di kota Madinah). Dia sangat khawatir dan takut ada orang yang mencuri barang-barang mereka.

Kemudian Umar mendatangi Abdurrahman bin Auf ra. yang kaget dan bertanya, "apa yang membuat Anda datang pada larut malam seperti ini, wahai Amirul Mukminin? Dia menjawab, "aku melewati sekelompok orang yang mampir. Naluriku berkata, bila mereka bermalam dan tidur, aku takut mereka akan kecurian. Maka ikutlah denganku agar kita menjaganya malam ini. Keduanya pun bertolak. Keduanya duduk dekat orang-orang itu semalam suntuk, untuk menjaganya, hingga ketika melihat subuh telah tiba, Umar menyeru, "wahai orang-orang, shalat subuh...shalat subuh...berkali-kali. Setelah melihat mereka telah bergerak dan bangkit dari tidurnya, keduanya pun bangkit dan menuju ke masjid.

Bahkan, para sahabat tidak hanya menyayangi orang-orang yang beriman. Kasih sayang mereka juga tercurah bagi para ahli dzimmah, yaitu orang-orang non-muslim yang berlindung dalam khilafah Islam.

Diriwayatkan bahwa Umar bin Khatthab melihat seorang laki-laki tua dari ahli dzimmah yang meminta-minta dari satu pintu ke pintu yang lain. Umar berkata kepadanya, "kami telah berbuat tidak adil terhadap Anda. Kami telah mengambil jizyah (upeti) dari Anda ketika Anda masih muda, namun saat ini kami telah menyia-nyiakan Anda. Kemudian Umar memerintahkan agar mencukupi makanannya dari baitul mal (gudang perbendaharaan negara) milik kaum muslimin"
Justeru itu, marilah kita sama-sama ukur sikap meneladani kita kepada Rasulullah saw. khususnya dalam hal kasih sayang dan cinta.
Walahualam....